Sunday, May 20, 2012

Doa dan Bacaan dalam Shalat

Assalamualaikum WR.WB

Sedikit cerita nih sobat, Kala itu kuliah Agama sedang Berlangsung, Yah Seperti biasanya Bapak Dosen Menerangkan Kepada kami bahan kuliahnya, waktu itu yang dibahas adalah materi tentang Sholat, Aku dan teman-teman mengikuti perkuliahan dengan Antusias yang tinggi, Kami adalah mahasiswa yang Kritis jadi selalu membuat pak dosen sibuk, karena banyak pertanyaan yang kami ajukan pada pak dosen. Gak terasa udah 2 jam perkulihan berlangsung, diujung sesion, idih kayak acara kondangan aje, diujung sesion Pak dosen membiri tugas pada kami, biasalah Tugas selalu di akhir jam perkuliahan.
  Kebetulan Waktu Itu tugasnya adalah menghafal bacaan Sholat, hidih inisih para mahasiswa udah hafal kayaknya. Akupun Nyletuk dikit sama pak Dosen: " KOk, sama kayak tugas keponakan saya pak", 
pak Dosen Pun menanyai aku "keponakanmu kuliah juga disini"
Aku menjawab: "Enggak pak" , Keponakanku SMP kelas 2"....
kontan temen2 ketawa.
Pak Dosen :"Tugasnya menghafal bacaan Sholat Plus artinya dan menghafal sepuluh surat Alqur'an plus Artinya".
Aduh jadi ditambahin tugasnya, Tapi menarik sekali. Dari kronologi diataslah yang akhirnya menginspirasi saya untuk posting sedikit tentang bacaan sholat dan artinya. Nah kesimpulannya adalah salah satu Syarat sholat adalah harus dikerjakan dengan Khusyu', bagaimana bisa khusyu' kalau kita tidak memahami Arti dari bacaan Sholat itu sendiri, dan fikiran harus fokus niat karena Allah SWT.

Sementara untuk Surat Alqur'an dan Artinya bisa dipelajari disini (dalam bentuk MP3):
 klik disini
Semoga Bermanfaat.

Doa dan Bacaan dalam Shalat

  1. Takbiratul Ihram
    • Allaahu’ Akbar (Allah Maha Besar)
    • Doa Iftitah
      • Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila (Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang)
      • Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin (Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajah-Mu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan dan penyerahan diriku, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)
      • Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil ‘aalamiin (Sesungguhnya shalatku dan ibadah qurbanku, hidupku dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam)
      • Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin (Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepada-Mu)
    • Surah Al-Fatihah (tentunya sangat jelas arti dan maknanya)
    • Surah lainnya dalam Al-Quran.
  2. Ruku’
    • Allaahu’ Akbar (Allah Maha Besar)
    • Subhaana, rabbiyal, ‘adzhiimi (Maha Suci, Tuhanku Yang Maha Agung) minimal di ulangi 3 kali dan dibolehkan untuk melebihkannya.
  3. I’tidal
    • Sami’allaahu, li, man, hamidahu (Mudah-mudahan Allah mendengar, kepada sesiapa yang memuji-Nya)
    • Rabbanaa, lakal, hamdu (Yaa Tuhan kami, bagi- Mu segala Puji)
    • Wa mil assamaawaati, wa mil al ardhi, wa mil a maa shikta, min shai in, ba’du (Sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu dan sesudahnya)
  4. Sujud
    • Allaahu’ Akbar (Allah Maha Besar)
    • Subhaana, rabbiyal, a’laa, wa, bihamdihi (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Luhur, dan aku memuji-Nya) minimal di ulangi 3 kali dan dibolehkan untuk melebihkannya.
  5. Duduk antara 2 Sujud
    • Allaahu’ Akbar (Allah Maha Besar)
    • Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii (Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rejeki kepadaku)
  6. Duduk Tasyahud Awal
    • Allaahu’ Akbar (Allah Maha Besar)
    • Attahiyyaatul mubaarakaatus shalawaatut thayyibaatulillaah (Segala ucapan selamat adalah bagi Allah, dan kebahagiaan serta kebaikan)
    • Assalaamu’ alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi, dan beserta Rahmat Allah, dan berkat-Nya)
    • Assalaamu ‘alayna wa ‘alaa ‘ibaadillaahis shaalihiin (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang soleh)
    • Asyhadu allaa ilaaha illallaah (Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan kecuali Allah)
    • Wa asyhadu annaa muhammadar rasuulullaah (Dan aku bersaksi, bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya, dan Rasul-Nya)
  7. Duduk Tasyahud Akhir
    • Allaahu’ Akbar (Allah Maha Besar)
    • mengulang kembali bacaan dari Duduk Tasyahud Awal lalu diteruskan dengan,
    • Allaahumma, shalli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa, aali muhammad (Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad)
    • Kamaa, shallayta, ‘alaa ibrahiim, wa ‘alaa, aali ibraahiim (Sebagaimana telah Engkau berikan kebahagiaan kepada Ibrahim, dan kepada keluarga Ibrahim)
    • Allaahumma, baarik, ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad (Ya Allah, berikanlah berkah kepada Muhammad, dan kepada keluarga Muhammad)
    • Kamaa, baarakta, ‘ala ibraahiim, wa ‘alaa, aali ibraahiiim (Sebagaimana Engkau telah memberikan berkah kepada Ibrahim, dan kepada keluarga Ibrahim)
    • Fil ‘aalamiina Innaka, hamiidummajiid (Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia)
  8. Doa dalam Ucapan Salam
    • Assalaamu’ alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh (Salam sejahtera untukmu, Rahmat Allah dan berkat-Nya)
Semoga artikel ini dapat selalu mengingatkan saya agar lebih memaknai apa itu arti Shalat, selain juga yang utama adalah memenuhi Kewajiban dalam Rukun Islam yang Kedua. Dan sejujurnya saya tidak mau termasuk Pelaku Shalat yang hanya Menunaikan Kewajiban tanpa mengetahui tentang arti dan makna dari Bacaan serta Doa yang terucap dalam Shalat.
Wassalamu’ alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh…

Jenis dan Makna Selawat Nabi

Jenis dan Makna Selawat Nabi

Bismillahirahmanirahim, semoga Allah menjadikan kita orang2 yang suka berselawat ke atas Nabi Muhammad SAW. Sungguh, beruntung kita menjadi umat baginda SAW, dianugerah bermacam pahala2 atas perbuatan kita yang kecil2.
Allahu akbar. Allah Maha Penyayang.
Di sini dikumpul sedikit maklumat berkaitan Selawat Nabi untuk rujukan dan amalan. InsyaAllah.

Makna perkataan “Selawat”

  • Perkataan selawat ( bahasa Arab: الصلوات‎ ) diambil dari perkataan solat ( bahasa Arab: الصلاة‎ ), doa, pujian].
  • Telah berkata Al-Bukhariy: Telah berkata Abu `Aliyah:
  1. Salawat Allah subhanahu wata`ala ialah pujian-Nya di sisi para malaikat.
  2. Dan salawat malaikat ialah doa.
  3. Dan salawat orang mu’min ialah memohon rahmat daripada Allah ke atas Nabi Muhammad
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat (memuji dan berdoa) ke atas Nabi (Muhammad s.a.w). Wahai orang-orang yang beriman bersalawatlah kamu ke atasnya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan.
[Al-Ahzab: 56]

Lafaz Selawat

Terdapat pelbagai lafaz selawat sama ada ucapan selawat yang asal dari Hadith Sahih atau ucapan selawat yang dinukil oleh para alim ulama’.

Dari hadith: [An-Nasa'iy/ 1292, sahih]
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Allahumma salli `ala muhammadin wa`ala ali muhammad
Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya.

Dari hadith: [An-Nasa'iy/ 1288, sahih], [An-Nasa'iy/ 1290, sahih], [Ibnu Hibban/ 1957, sahih]
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allahumma salli `ala muhammadin wa`ala ali muhammad, kama sallayta `ala ibrahima wa’ali ibrahim, innaka hamidun majid, wabarik `ala muhammadin wa`ala ali muhammad, kama barakta `ala ibrahima wa’ali ibrahim, innaka hamidun majid
Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia. Dan berilah berkat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.

Dari hadith: [Ibnu Hibban/ 1959, isnadnya sahih]
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allahumma salli `ala muhammadini n-nabiyyi l-ummiyyi wa`ala ali muhammad, kama sallayta `ala ibrahima wa `ala ali ibrahim, wabarik `ala muhammadini n-nabiyyi l-ummiyyi wa`ala ali muhammad, kama barakta `ala ibrahima wa`ala ali ibrahim, innaka hamidun majid
Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, Nabi yang ummi dan sejahtera keatas keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.  Dan berilah berkat kepada Muhammad, Nabi yang ummi dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.
Lain2 lafaz selawat sila lihat http://ms.wikipedia.org/wiki/Selawat
Selain itu terdapat Selawat yang dinukil oleh para alim ulama, antaranya

Salawat Munjiyat

اللهم صل عل سيدنامحمد صلاة تنجنا بها من جميح الاهوال والافات وتقضى لنا بهاجمي
الحاجات وتطهرونا بها من جميع السيأت وترفعنابها اعل الدرجات وتبلغنابها اقصى
الغايات منجميع الخيرات في الحياة وبعدالممات انك على كل شيى قدير


Alloohumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin shalatan tunjinaa bihaa min jamii’il ahwaali wal aafaati wataqdhii lanaa bihaa jamii’il haajaati, watuthahhirunaa bihaa minjamii’is sayyi-aati, watarfa’unaa bihaa a’lad darajaati wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati minjamii’il khairooti fill hayaati waba’dal mamaati innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW., yang dengan (melalui) rahmat itu Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang mendebarkan dan semua cobaan, yg dengan rahmat itu (juga) Engkau, ya Allah, akan mendatangkan semua hajat, yang dgn rahmat itu (juga) Engkau, ya, Allah, akan menyucikan kami dari semua kesalahan, yang dgn rahmat itu (juga) Engkau, ya, Allah, akan mengangkat derajat kami setinggi tingginya. Yang dengan rahmat itu (juga) Engkau, ya, Allah, akan menyampaikan kami kepada puncak segala maksud, dari semua kebaikan pada waktu hidup dan sesudah mati. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Shalawat Badar (Agar terhindar dari bencana)

Download: http://www.4shared.com/audio/R1udHd52/10__NasyidAA_Gym_-Sholawat_Bad.htm

http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs123.snc1/5292_99564779173_564519173_1913650_5372220_a.jpgShalatullah salamullah, ‘ala Thaha Rasulillah
Shalatullah salamullah, ‘ala Yasin Habibillah
Semoga shalawat dan salam selalu kepada Thaaha, Rasulullah
Semoga shalawat dan salam selalu kepada Yasin, Rasulullah
(Thaha dan Yaasin adalah gelar untuk Rasulullah)

Tawasalna bibismillah, wa bilhadi Rasulillah,
wa kulli mujahidin lillah, bi ahli badri, ya Allah
Kami bertawasul* dengan bismillah, petunjuk Rasulillah,
dan dengan seluruh mujahidin Badar, ya Allah

Ilahi sallimil ummah, minal afaati wa niqmah )
wa min hammin wa min ghummah, bi ahli badri, ya Allah
Tuhanku, selamatkanlah umat ini, dari derita dan bencana
dan dari belenggu serta kebekuan, demi ahli Badar ya Allah

Ilahi-ghfir wa akrimna, binaili mathalibi minna (dikabulkan
Wa daf’i masaa-atin ‘anna, bi ahli badri, ya Allah
Tuhanku, ampuni dan muliakan kami, dengan dikabulkannya permohonan kami,
dan dijauhkannya kami dari tragedi yang memilukan, demi ahli Badar ya Allah

(* Shalawat ini merupakan bentuk doa tawasul, klik jika ingin mengetahui ttg. tawasul)

Sebaik baik salawat adalah yang ikhlas. Allahu a’lam

Koleksi Lengkap Hadis Sahih Bukhari & Muslim – Download


Koleksi Lengkap Hadis Sahih Bukhari & Muslim – Download

Bismillahirahmanirahim,  semoga Allah sentiasa melindungi kita dari fitnah dunia. Amin.
Dengan teknologi yang Allah anugerahkan pada umat akhir zaman, sesuai dengan perutusan Nabi Muhammad SAW untuk sekalian manusia dan alam, Allah mudahkan penyebaran2 ajaranNya.
Tidak ada alasan untuk kita beri pada Allah sewaktu dihisab nanti.
Mudah2an Allah melorong kita untuk mendalami agamaNya dan beramal dengannya. Amin.
Berikut adalah satu usaha yang sangat dihargai, diusahakan oleh pengusaha salafiDB untuk memuatkan kesemua terjemahan lengkap Kitab Ringkasan Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Berikut adalah kandungan software e-book ini;

Bukan sekadar e-book, bahkan ia sebuah software yang mengkagumkan. Ciri search yang sangat berguna dan sangat membantu. Semoga kita sama2 memanfaatkannya.

DOWNLOAD : http://assunnah.info/pafiledb/index.php?act=download&id=93

Lawati website pengusaha SalafiDB : http://sites.google.com/site/salafidb/home

Semoga Allah merahmati kesemua mereka yang mengusaha terjemahan dan pembuat software ini. Amin.

Bacaan Al-Quran dengan terjemahan (audio) MP3 download


Bacaan Al-Quran dengan terjemahan (audio) MP3 download

Like This!

 dengan membaca Bismillahirrohmanirrohim bermaksud dengan tujuan tausiah klik link like di atas

Alhamdulillah, Semoga Allah melimpahkan RahmatNya ke atas kita.
Sebuah organisasi Indonesia telah berusaha mengeluarkan bacaan Al-Quran bersama dengan terjemahannya dalam audio, yang boleh kita dengar bersama. Bacaan2 surah diambil dari bacaan2 Qari2 terkenal lalu dimasukkan terjemahan didalam bahasa Indonesia.
Terjemahan surah2 lain masih diusahakan, sama2 kita nantikan. Bacaan Qari As-Sudais Asy-Syuraim, Misyari Rasyid Al-Ifasi, Syeikh Al-Ghomidi dan Syeikh Al-Husairi boleh didapati di laman: :http://nurulalim.blogspot.com/
Dari Abi Umamah r.a katanya, aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda “Bacalah olehmu akan Al-Quran, sesungguhnya dia datang pada Hari Kiamat kelak memberi syafaat kepada tuannya”. – Hadis Riwayat Muslim.
Sabda Rasulullah s.a.w:
“ Bacalah olehmu akan al-Quran sesungguhnya ia akan datang pada hari qiamat memberi syafa’at kepada pembacanya”- (Riwayat Muslim)
Dari Nawwas bin Sam’an r.a katanya, aku telah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda “Dibawa di Hari Kiamat nanti Al-Quran dan ahlinya, yang beramal dengannya di dunia. Mendahuluinya oleh Suratul Baqarah dan Ali Imran, kedua-duanya berhujah membela tuannya”. – Hadis Riwayat Muslim (dengan riwayat yang sahih)
Sabda Rasulullah s.a.w:
“ Sebaik-baik ibadat (sunat) umatku ialah membaca al-Quran” – (Riwayat al-Tirmidzi)
Sabda Rasulullah s.a.w:
“ Barangsiapa mendengar satu ayat dari kitab Allah (al-Quran) maka ia akan menjadi cahaya untuknya pada hari qiamat” – (Riwayat Ahmad)

——————————————————————————————————-

berikut saya coba memaparkan cara mendownload file Murottal dari 4shared

ex:

1. Click pada link di bawah

2. Click pada button biru “Muat Turun”

shared
3. Tunggu beberapa saat seperti tertera di dalam bulatan, download link akan tertera selepas itu

4. Click “Muat turun fail sekarang”

5. Click Save

Qari:

1. Sheikh Mishary bin Rashid Alafasy
2. Sheikh Saad ibn Sa`id Al-Ghamdi
——————————————————————————————————-
http://www.muslimlegacy.com/wp-content/uploads/2010/11/sheikh-mishary-rashed-alafasy.jpg
Mishary Rashid Al-Afasy

Sheikh Mishary bin Rashid Alafasy – Senarai Penuh (1- 114):

——————————————————————————————————–


Sheikh Saad ibn Sa`id Al-Ghamdi - Source: http://nurulalim.blogspot.com/

bagaimana pendapat anda tentang menikah diusia dini



Hukum Pernikahan Dini (1)e
Beberapa waktu lalu, berita pernikahan seorang pengusaha di Jawa Tengah yang bernama Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji¸dengan seorang gadis berusia 12 tahun, Lutfiana Ulfa, membuat heboh masyarakat.

Pasalnya, Pujiono dituding telah menikahi anak dibawah umur. Akibatnya, dia pun harus berurusan dengan masalah hukum dan sempat ditahan.

Namun, pada 27 Januari 2012 lalu, majelis hakim Pengadilan Agama Ambarawa, Semarang, mengabulkan permohonan poligami Pujiono Cahyo Widianto atau Syekh Puji. Putusan tersebut disambut sujud syukur Syekh Puji yang datang bersama istri pertama, Umi Hani, dan istri keduanya, Lutfiana Ulfa.

Bagaimanakah sebenarnya hukum pernikahan dini atau di bawah umur tersebut? Dalam hal ini, banyak terdapat perbedaan pandangan ulama.

Misalnya, Ibnu Syibrimah dan Abu Bakr Al-Asham menyatakan, pernikahan dini hukumnya terlarang secara mutlak. Dasarnya sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 6. “Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya.”

Mengenai pernikahan Nabi SAW dengan Aisyah, menurut Ibnu Syibrimah, hal itu merupakan kekhususan untuk Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Ibnu Hazm berpendapat, pernikahan anak perempuan kecil dibolehkan setelah ada izin dari orang tuanya. Namun, anak laki-laki kecil dilarang. Ini menggunakan dasar pernikahan Nabi SAW dengan Aisyah.

Hal senada juga jelaskan para ulama Hambali (Hanabilah) yang menyatakan, sekalipun pernikahan usia dini sah secara fikih, namun tidak serta merta boleh hidup bersama dan melakukan hubungan suami istri.

Ibrahim An-Nakha’i berpendapat, diperbolehkan bagi orang tua menikahkan anak putrinya yang masih kecil atau sudah dewasa, baik gadis atau janda, meskipun keduanya tidak menyukainya.

Lalu bagaimana menurut hukum di Indonesia? UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 7 ayat (1) menegaskan bahwa, “Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan perempuan berusia 16 tahun.”

Kemudian UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pada Pasal 26 ayat (1) huruf (c) menyatakan, orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak.

Profesor Kalkulus

Profesor KalkulusProfesor Kalkulus

 Dulu waktu kecil, saya senang sekali dengan cerita Petualangan Tintin. Salah satu tokohnya yang melegenda, selain kapten Haddock yang “gila”, adalah profesor Kalkulus. Ia adalah sang profesor jenius yang nyentrik dan agak terganggu pendengarannya.

Nama kalkulus merupakan simbol yang mewakili kecerdasan, entah mengapa? Mungkin diambil dari teori kalkulus dalam matematika atau kata dasar kalkulus yang dapat diartikan kalkulasi atau perhitungan. Ya, salah satu syarat kejeniusan adalah ahli dalam perhitungan.

Berbicara masalah perhitungan, manusia adalah makhluk yang paling perhitungan, makhluk kalkulatif. Ya bagaimana bisa tidak?, bila kita telaah semua dihitung dan semua dijual. Dan hebatnya ada yang membeli, laku dan ada komunitasnya bahkan pasarnya. Dari mulai Air, rumput, pemandangan, binatang, dan sebagainya semua dijual padahal notabene semuanya milik Allah SWT.

Bahkan kotoran pun dijual. Belum lagi dalam bentuk jasa, seperti nasehat, saran, doa tak ketinggalan sampai konon katanya bangsa jin pun turut dijual, ada yang berfungsi untuk pengamanan, ada yang untuk kesehatan dan lain-lain, yang pada intinya semuanya diperjualbelikan.

Karena itu tidak heran jika Allah SWT dalam banyak ayat menjelaskan kepada manusia dengan pendekatan ilustrasi untung rugi dan perniagaan, pinjaman atau jual beli. Dalam surat Al ‘Ashr misalnya, Allah menerangkan manusia sesungguhnya berada dalam kerugian, jika dilihat dari sudut waktu (‘ashr) kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh, yang saling mengingatkan kepada yang haq dan menetapi kesabaran.

Dalam ayat lain Allah berfirman, “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah) maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizqi) dan kepadaNYA lah kamu dikembalikan.” (QS. Al Baqoroh, 2 :  245)

Atau dalam ayat lainnya; "Barang siapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia." (QS. Al Hadiid, 57 : 11)

Mengapa Allah SWT menjadikan kita pandai berhitung? Bukan hanya untuk menghitung jual beli saja, atau untuk sebuah penemuan yang rumit semacam teori kalkulus atau rumus fisika, bukan pula hanya untuk ilmu statistic belaka, tetapi tidak lain untuk kita gunakan ilmu perhitungan ini setiap hari. Ya setiap hari agar kita mempersiapkan diri di “hari perhitungan” atau yang disebut Yaumul Hisab. “Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu”. (Imam Ali bin Abu Thalib RA)

Mari kita bermuhasabah, kita introspeksi diri kita sendiri, kita hitung amal kita sendiri, dari yang paling mudah yaitu amalan hari kemarin dan hari ini. Ambil salah satu saja yang akan diperiksa amalannya oleh Allah semisal lisan, lalu kita pertanyakan dari waktu yang telah berlalu apakah lisan kita lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang berguna. Semisal nasihat, menebarkan salam, sedekah ilmu, menyebut asma-asma Allah, melafadzkan ayat-ayat Allah ataukah lebih banyak digunakan untuk membicarakan gossip, ghibah membicarakan keburukan mereka, menebar permusuhan, atau bahkan menyakiti hati orang-orang di sekitar kita. Na’udzubillah.

Ya Rabbi tunjukanlah kepada kami jalan yang lurus, luruskan iman kami, luruskan niat kami, luruskan pula lisan kami, serta luruskan amal perbuatan kami. Aamiin Ya Rabbal ‘alamin.

Tidaklah lebih baik dari yang menulis ataupun yang membaca, karena yang lebih baik di sisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.

Berdialog dengan Allah SWT

Berdialog dengan Allah SWT
Jika kita melihat judul di atas, bisakah kita berbicara dengan Allah SWT? Sementara seperti kita ketahui, Nabipun hanya beberapa yang dapat langsung berbicara dengan Allah. Seperti Nabi Adam as atau dari belakang tabir seperti Nabi Musa as dan Rasulullah Muhammad SAW ketika di sidhrotul muntaha.

Bisakah kita manusia biasa? Allah berfirman dalam Alquran: “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat.” (QS. Al Baqarah, 2 : 253)

Dalam ayat yang lain: “Dan rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.” (QS. An Nisa, 4 : 164)

“Tidak adalah bagi manusia, bahwa Allah bercakap-cakap dengan dia, kecuali dengan wahyu atau dari belakang tabir, atau Dia utus seorang utusan(malaikat) lalu utusan itu mewahyukan dengan izinNya apa-apa yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Dia Maha tinggi lagi Maha bijaksana.” (QS. Asy Syuro, 42 : 51)

Jadi tidaklah mungkin seorang manusia dapat bercakap-cakap dengan Allah SWT. Jadi bagaimana jika kita ingin curhat kepada Allah? Seorang ulama menyebutkan “Jika kita ingin berbicara kepada Allah, berdo’alah/sholatlah. Dan jika kita ingin mendengar Allah maka bacalah Alquran.” Karena sesungguhnya Allah Maha Mendengar Maha melihat, Maha mengetahui yang Nampak dan yang tersembunyi.”

“Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS. Al Hajj, 22 : 61)

Berkenaan dengan ini, pernah datang seorang Arab Badui kepada Nabi SAW yang bertanya: "Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kami dapat munajat atau memohon kepada-Nya, atau jauh, sehingga kami harus menyeru-Nya?"

Nabi SAW terdiam, hingga turunlah ayat ini sebagai jawaban terhadap pertanyaan itu, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al Baqoroh, 2 : 186)

Menurut riwayat lain, ayat ini turun berkenaan dengan sabda Rasulullah SAW, "Janganlah kalian berkecil hati dalam berdoa, karena Allah SWT telah berfirman "Ud'uuni astajiibu lakum" yang artinya berdoalah kamu kepada-Ku, pasti aku akan mengijabahnya                     (QS. Al Mu’minun, 40 : 60). Berkatalah salah seorang di antara
mereka: "Wahai Rasulullah! Apakah Tuhan mendengar doa kita atau bagaimana?" Sebagai jawabannya, turunlah ayat ini. (Diriwayatkan oleh Ibnu 'Asakir yang bersumber dari Ali)

Dalam Hadis Qudsi dijelaskan bagaimana kita sebenarnya “berbicara” dengan Allah ketika kita sedang sholat, atau lebih tepatnya ketika kita membaca surah Al Fatihah.

Allah Ta’ala berfirman, “Aku membagi sholat antara Aku dan hambaKu menjadi dua bagian, dan bagi hambaKu apa – apa yang dia minta. Maka apabila ia mengucapkan (Alhamdullillahi Rabbil ‘Alamiin) – Allah Ta’ala berfirman : hamdani 'abdi  HambaKu telah memujiKu.

Dan apabila ia mengucapkan (Arrahmaanirrahiim) – Alloh Ta’ala berfirman :'Atsna alayya 'abdi HambaKu telah menyanjungKu.

Dan apabila ia mengucapkan (Maaliki Yaumiddiin) – Ia berfiman : HambaKu telah memuliakanKu, dalam riwayat lain: Majjadani abdi HambaKu telah mengagungkanKu.
Maka apabila ia mengucapkan (Iyyaaka Na’budu Wa Iyyaaka Nastai’en) – Ia berfirman : Hadza bayni wa bayna abdi, wa li abdi ma sa’ala Ini adalah antara Aku dan antara hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang ia minta.

Maka apabila ia mengucapkan (Ihdinash-shiraathal Mustaqiim Shiraathalladziina An’amta ‘Alaihim Ghoiril Maghduubi ‘Alaihim Waladhdhoolliin) – Ia berfiman :Hadza li abdi,wali 'abdi ma saalaIni adalah untuk hambaKu dan bagi hambaKu apa yang ia minta” (HR. Muslim, hadist no 904)

karena itu perbanyaklah doa, karena doa itu ibadah dan Allah mendengar doa-doa kita. Dan perbanyaklah mendengar atau membaca kalam Allah yaitu Al Qur’an. Dengan demikian kita seakan-akan terus “berdialog dan berbicara” dengan Allah dalam keseharian kita. Semoga kita termasuk orang-orang yang diridhoi Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Tidaklah lebih baik dari yang menulis ataupun yang membaca, karena yang lebih baik di sisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.